Ini Dia 6 Cara Untuk Debug WordPress

By | November 25, 2020

Tune Up Mobil Untuk BalapanJasa SEO Jakarta Terbaik – Dalam penulisan kode, sepertinya hampir tidak pernah ada kode yang sempurna, dan semua webmaster pasti tidak menginginkan adanya bug di situs maupun plugin miliknya. Di sini, kami akan menunjukkan cara melakukan debug WordPress menggunakan WP DEBUG dan metode lainnya untuk membantu Anda mengidentifikasi masalah yang terjadi.

Metode Lain untuk Debug WordPress

Tool yang tepat akan benar-benar membantu Anda mengatasi setiap masalah yang muncul. Selain menggunakan WP DEBUG yang sudah kami jelaskan tadi, ada juga beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi eror di situs WordPress.

1. Aktifkan Pelaporan Eror WPDP

Untuk mendeteksi masalah terkait database, aktifkan pelaporan eror WPDP.

Objek $wpdb globalnya memiliki variabel yang disebut $show_errors. Apabila ditetapkan ke true, Anda bisa meminta WordPress menampilkan eror SQL untuk kueri yang ditentukan.

Untuk mengaktifkannya, buka /public_html/wp-includes/wp-db.php lalu buka file. Temukan wpdb class dan ubah variabel $show_errors ke true.

2. Periksa Log Eror Website

Terkadang, Anda mungkin menjumpai halaman eror server interval saat menjelajahi situs. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa meninjau ulang log eror website.

Melakukan pemeriksaan log umum akan membantu developer pemula maupun ahli mendeteksi masalah website.

Anda kemudian bisa menggunakan penelusuran Google untuk menemukan perbaikan. Kami telah merangkum langkah-langkah yang lebih mendetail untuk mengecek log eror website dalam tutorial ini.

3. Gunakan WordPress Staging Environment saat Tweaking Kode

Jika ingin mengurangi bug di situs WordPress, Anda bisa mencoba mengimplementasikan kode terlebih dahulu pada staging site.

Staging site merupakan duplikat website yang sudah online, dan bisa dihosting di subdomain pribadi Anda. Situs ini berfungsi sebagai dasar pengembangan untuk setiap kode yang ingin Anda tambahkan bagi situs yang sudah online.

Environment ini biasanya tidak terlihat oleh pengunjung dan mesin pencarian. Dengan demikian, Anda pun bisa melakukan tweaking, penyelarasan, dan pengujian untuk perubahan yang ingin dilakukan tanpa perlu khawatir akan memengaruhi situs publik yang sudah online.

4. Aktifkan SCRIPT_DEBUG

Secara default, WordPress menggunakan file CSS dan JavaScript dalam versi yang sudah diminimalkan untuk mempercepat waktu loading situs. Namun, ini bisa menjadi masalah karena eror dalam skrip/plugin yang Anda gunakan mungkin akan disembunyikan.

Untuk mengubah cara skrip dijalankan, WordPress juga menyediakan konstanta yang bisa kita tambahkan ke file wp-config.php, yaitu:

define( ‘SCRIPT_DEBUG’, true );

Apabila nilainya ditetapkan ke true, WordPress akan otomatis memuat versi file CSS dan JavaScript yang tidak diminimalkan sehingga semua plugin akan menggunakan versi penuhnya.

5. Deteksi Eror PHP

Anda bisa mendeteksi eror PHP dalam skrip sejak awal menggunakan phpinfo. File ini bisa menampilkan informasi tentang status PHP saat ini, termasuk opsi kompilasi dan ekstensi, versi, environment, versi OS, header HTTP, serta lisensi.

Untuk melakukannya, Anda bisa mengonfigurasikan file php.ini agar mengaktifkan pelaporan eror. Namun, opsi ini dinonaktifkan pada beberapa layanan hosting, termasuk paket shared hosting Hostinger.

Ini dikarenakan Anda tidak memiliki akses root untuk mengaktifkan fitur tersebut.

Namun, Anda bisa menggunakan PHP code checker sebagai gantinya, yang memberikan bantuan langsung untuk meninjau kerusakan dalam kode Anda. Kemudian untuk peninjauan yang lebih menyeluruh, Anda juga bisa menggunakan IDE seperti Eclipse atau PHPStorm.
6. Gunakan Beberapa Tool Debugging

Jika ingin melakukan debug WordPress tanpa perlu repot, Anda juga bisa memanfaatkan beberapa plugin.
1. Query Monitor
2. New Relic

dengan menggunakan jasa penulisan artikel seo friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *